Menulis Sebagai Pengantar Tidur

Jam di handphone menunjukkan pukul 02:00, dinihari. Saya berusaha memejamkan mata tapi tak juga merasakan akan terbawa ke alam mimpi.

Di kamar yg berukuran 4×4 meter, saya mengusir panas dengan menghidupkan kipas angin tua yg lumayan berisik.

Tak ada yg bisa saya lakukan selain mengotak-atik hp Blackberry sebagai teman menjemput mimpi, membuka Facebook tidak ada hal yang menarik, Twitter juga sama.

Tak sengaja saya melihat icon logo wordpress di hp BB yg sudah lama ada dan tak tersentuh.

Saya merasa menemukan sesuatu hal yang menarik di malam yang tak ngantuk ini, ya saya ingin menulis, mencoba merasakan kemudahan berteknologi dalam genggaman.

Dengan cara mengeluarkan isi pikiran kedalam sebuah wadah kecil yang bisa membuat saya melahirkan sebuah karya kecil sebagai bentuk pengantar untuk tidur.

Ini akan menjadi sebuah kebiasaan baik, untuk mengisi kekosongan waktu suntuk sebelum ngantuk datang, ya menulis sesuatu dalam bentuk apa saja sebelum tidur.

Advertisements

Sang Fotografer

image

Fotografer dan kameranya

WordPress For Android

Android punya banyak aplikasi termasuk aplikasi wordpress dengan nama WordPress for Android (WFA). Aplikasi ini memudahkan pengguna untuk mengupload konten berupa tulisan ringan dan juga foto lewat handphone ber-OS Android.

Ingin merasakan mudahnya update blog via ponsel saya pun menginstal  aplikasi WFA ini di hape yang saya download gratis dari Market Android. Postingan singkat inilah postingan pertama lewat aplikasi WFA tersebut.

Saya merasa dengan bantuan aplikasi ini memudahkan saya mengupdate tulisan di blog wordpress. Sebab dengan modal terkoneksi internet blog bisa saya update dimana dan kapan saja. Sambil tidur, duduk jongkok, berdiri, mau bagaimana saja jadi mudah.

Tinggal menemukan gagasan yang bagus untuk dijadikan postingan dalam blog. Apalagi aplikasi ini sangat ringan dan cepat. Tampilannya juga sederhana hampir sama dengan tampilan di layar monitor.

Saya rasa kalau anda blogger yang punya handphone ber-OS android dan punya blog di wordpress segera instal aplikasi ini. Rasakan mudahnya ngeblog lewat genggaman. 😉

Tampilan Baru dan Lirikan Bidadari

LELAKI mana yang tak ingin punya kekasih berwajah bidadari, lelaki mana yang tak ingin memiliki kekasih berhati suci, sungguh surga dunia bagi si lelaki apabila memiliki kedua unsur nikmat itu, ah mengingat zaman seperti ini, nikmat itu rasanya sungguh langka, tapi tak menutup kemungkinan, seperti pepatah arab ‘man jadda wa jadda’ siapa yang bersungguh-sungguh tentu akan dapat, sudah tentu di sertai dengan niat yang tulus.

Hari ini, saya di lirik oleh wanita berwajah bidadari, pengalaman langka itu saya lihat dengan mata kepala saya sendiri, sayangnya peristiwa itu hanya sebatas dunia maya, alangkah indahnya jika itu terjadi di dunia nyata, saya akan membayangkan kalau saya akan tersenyum sendiri ketika menapaki jalan, dan orang lain akan menganggap saya gila, namun siapa tahu kalau saya ini di lirik oleh bidari-bidadari dunia maya. Continue reading

Saya di Guahira

Lama sudah saya tidak menyentuh blog ini, bahkan beberapa tulisan pun tidak saya isi, hingga tersia-siakan. Kali ini saya sentuh lagi dengan tidak kesengajaan, awalnya di status teman di facebook, ada yang mengatakan kalau wordpress sudah punya versi baru yaitu versi 3.0.

Karena ingin tahu, apa saja yang di perbaharui di versi ini, makanya saya menyentuh blog ini lagi, setelah saya lihat sana-sini, rupanya ada sedikit perubahan, tapu tak jauh berbeda dari versi sebelumnya, versi sekarang warnanya jadi tambah soft, abu-abu, enak di pandang.

Perubahan lain tak terlalu saya ketahui, karena niat ingin melihat-lihat saja, setelah mengisi satu posting ini, saya akan berlalu saja, kalau pun saya menyentuh, mungkin dengan ketidak sengajaan, atau kalau wordpress merevisi versi terbaru lagi, baru saya sentuh lagi, he he

Sebenarnya saya punya blog lain, alamatnya zulham.guahira.com, di sana tulisan sering saya update, karena emang blog utama saya ya blog zulham.guahira.com, saya lalai di sana hingga saya melupakan blog ini, kungungi saya ya, saya di guahira. zulham.guahira.com 🙂

Mengawali dan Menulis Kembali

SAMBIL mendengar nyanyian Iwan Fals lewat windows media player, saya mencoba mengisi postingan lagi  di blog saya ini. Sebelumnya saya mengisi tulisan di blog dengan domain memakai nama pribadi yaitu zulham.com dan blog.zulham.com, juga beberapa postingan foto di foto.zulham.com.

Namun dengan segala keterbatasan, blog saya itu hanya mampu bertahan satu tahun, saya yang baru belajar menulis, hanya sanggup mengisi beberapa tulisan saja, lebih dan kurang berkisar 45 buah postingan, memang sungguh tak seberapa, namun jauh dalam diri saya yang baru mengenal dunia tulis menulis, saya merasa postingan itu adalah prestasi yang sangat membanggakan.

Sempat saya berniat untuk berhenti ngeblog setelah domain saya zulham.com offline, bahkan saya juga sempat mengupdate status di laman facebook mengenai niat saya itu “Mau pensiun dari nge-blog” begitu kira-kira saya tulis, beberapa komentar dari kawan ada yang bilang jangan, ada yang menanyakan kenapa, namun saya tak merespon satupun komentar itu. Continue reading

Tiga Nomor sekaligus

PERKARA nyontreng usai sudah, hampir seluruh warga Negara Indonesia di pastikan sudah memilih, pun begitu masih banyak juga yang masih golput.

Di aceh sendiri banyak warga yang mencontreng kepala Pak SBY dan Mas Bud begitu sebutan Apa Leman. Hingga di kabarkan pasangan nomor urut 2 itu menang telak di Aceh.

“Padahal saya mendukung Pak Jusuf Kalla” keluh Apa leman ketika mengetahui pasangan JK-WIN kalah.

“Tak usah kau pikirkan lah, serahkan saja semuanya pada waktu” Sahut Apa Lah yang notabene pengikut golput sejati.

“Daripada dirimu itu yang tak pilih siapapun, kau bukan warga negara yang baik, kau sia-siakan suaramu” Kesal Apa Leman.

“Lah, siapa yang sia-siakan, saya juga ikut milih kok” Apa Lah sudah tak mau kalah.

Lalu Apa Lah menceritakan perihal dirinya saat mencontreng. Waktu itu ketika berhadapan dengan kertas suara, Apa Lah tidak mencontreng salah satu nomor calon presiden. Malah mencontreng tiga nomor sekaligus. Continue reading